Jumat, 13 Maret 2015

fokus

fokus

Sering sekali berpikir namun di dalam pikiran beranak lagi menjadi buah pikiran yang lain. pikiran pikiran tadi membelah diri lagi menjadi sub-pikiran, sering sekali pikiran yang satu tidak berhubungan dengan alur yang lain, saling membawa arahnya masing-masing.

simpelnya aja deh, sering sekali lagi nonton tapi tontonan itu tidak lebih sebagai sebuah alasan buat berpikir jernih tapi bebas lepas dari isi/konten tontonan. jadi TV mempertunjukkan tontonan yang makin lama makin ngawur tak mendidik tapi isi kepala memikirkan hal lain, lebih simpel dari yang simpel pertama, sebagian memikirkan skripsi sebagian memikirkan cara untuk kurus, sebagian memikirkan bagaimana membuat tulisan sebagian memikirkan bagaimana fenomena di sekitar membawa efek sampai ke lingkup kasat mata namun sangat berarti, malah sering berpikir kenapa berpikir serumit dan sengawur ini,

dalam membuat ini pun harus diiringi radio yang mengumandangkan lagu asing tapi tidak ku mengerti namun disitulah otak ini berpikir jernih. bunyi-bunyian yang tidak terdengar jelas, yang tidak dimengerti tapi bisa mengeluarkan suara yang tidak bising dan terlebih lagi tidak mengajak pikiran ini berpikir dan berkembangbiak menjadikan pikiran semakin tidak fokus.

ibarat rabun, pikiran ini melihat objek yang realitasnya hanya satu tapi berbayang membayangi dan dibayang-bayangi.

rumit. tidak bermaksud buat dimengerti juga. tapi harapannya setelah mengeluarkan sebagian kecil kata-kata yang terus menerus saling teriak mau didengar ini. otak ini bisa sebentar bernafas lega dan kuotanya bisa agak lempang menerima informasi baru.

seriusan sering kali semua berteriak di otak satu pikiran berebut minta disebutkan dan mulut ga sinkron lagi untuk jadi corong dan kata yang diterjemahkan ke mulut jadi belebetan alias campur aduk. tapi ketika mencoba dikeluarin dengan tulisan, hasil yang didapat sangat sedikit paling kencang setengah lembaran dengan tanda baca dan ejaan kacau disana sini.

entah apa yang mau dicoba dimengerti sedangkan sesungguhnya aku tak mengerti apa-apa. fokus yang tak kunjung mendapat fokusnya. sering yang didapat bayangan blur , backgorund terlalu gelap. cahaya terlalu terang. tentunya disini hanya idiom bukan maksud bicara pencahayaan yang lagi-lagi aku tak mengerti banyak.

sekedar tahu tapi tidak benar-benar tahu. seminggu ini berjanji menuliskan lagi apa yang ada dipikrian, hitung-hitung buang2 memori yang tak berguna walaupun sering kali jadi pekerjaan yang sia-sia karena ujungnya yang kurang penting tetap nempel erat yang penting terbawa arus,

fokus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar